KENDAL-Tanah di Indonesia benar-benar subur. Jika dikelola dengan baik, maka bisa menghasilkan produk pertanian yang berkualitas tinggi. Salah satunya telah dibuktikan oleh PT. Cengkeh Zanzibar. Bersama kelompok petani binaannya di kebun durian Montong Desa Kalisidi Kabupaten Semarang, telah dihasilkan durian yang mungkin terberat di Indonesia.
Rabu, 27 Mei 2009
Rekor! Durian Monthong Terberat di Indonesia: 13,8 Kg!
KENDAL-Tanah di Indonesia benar-benar subur. Jika dikelola dengan baik, maka bisa menghasilkan produk pertanian yang berkualitas tinggi. Salah satunya telah dibuktikan oleh PT. Cengkeh Zanzibar. Bersama kelompok petani binaannya di kebun durian Montong Desa Kalisidi Kabupaten Semarang, telah dihasilkan durian yang mungkin terberat di Indonesia.
Dipanen Durian Monthong Raksasa Indonesia: 13,8 Kg
Ukuran tak lazim varietas legendaris durian monthong asal Thailand baru saja berhasil dipanen di Plantera kebun buah Kalisidi Kecamatan Gunungpati Semarang. Tak tanggung-tanggung, komoditas buah yang memiliki produktivitas serta keawetan tinggi ini memiliki bobot 13,8 kilogram dengan lima juring. Berat ini tentu saja diatas rata-rata monthong normal yang kisarannya hanya 4-5 kg. Bahkan dari plantera milik pengusaha perkebunan Budi Darmawan ini, varietas monthong berukuran di atas standar paling hanya berbobot 11 kg, 9 kg, atau 7 kg.
Minggu, 12 April 2009
Melon Apollo dari Patebon Masuk MURI
Melon hasil kebun Ir Harsono Enggal Harjo, salah seorang donatur Yayasan Obor Tani, menciptakan rekor buah melon Apollo terberat di Indonesia, dengan support teknis dari Yayasan Obor Tani. Melon jenis Apollo yang ditanam di kebun buah di Dusun Soponyono, Desa Wonosari, Kecamatan Patebon, Kendal ini setelah ditimbang diketahui mempunyai berat 4,37 kg. Rekor ini melengkapi rekor melon Honey Globe terberat sebelumnya yakni 4,25 kg yang ditanam petani binaan Yayasan Obor Tani di Wonokerto Bancak, Kab. Semarang, yang rekornya tercatat pada 27 November 2007. Baik Apollo maupun Honey Globe adalah sama-sama melon ekslusif jenis baru yang berkulit halus tanpa jala (net). Kalau Apollo berkulit kuning, Honey Globe ber kulit hijau.
Rekor Obor Tani, Melon Honey Globe 4,26 Kg
Petani desa binaan Yayasan Obor Tani yang sebagian besar kader-kader muda di Desa Wonokerto, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang berhasil membudidayakan melon dari varietas Honey Globe hingga mencapai berat 4,26 kilogram per buahnya. Tidak hanya ratusan bahkan ribuan buah melon yang beratnya rata-rata di atas 3 kg ini, menjadi melon paling berat dan besar yang pernah ditanam dan tumbuh di tanah Indonesia.
Jumat, 27 Maret 2009
Waduk Mini Penyelamat Ladang Petani
Oleh: Pratomo, SP *)
Air adalah salah satu faktor penentu keberhasilan pertanian. Tanpa air, jangan berharap tanaman bisa tumbuh apalagi panen. Problematika air pada musim kemarau di Indonesia khususnya Jawa Tengah sampai dengan jaman "Bali Deso Mbangun Desa" saat ini belum juga terselesaikan. Seperti cerita tantangan Columbus -pengeliling dunia- tentang bagaimana cara membuat telur rebus bisa berdiri, masalah air ini sebenarnya juga mudah kalau sudah tahu caranya. Jawabannya adalah dengan membangun waduk mini.
_________________
Hidram, Pompa Air tanpa Listrik dan BBM
Oleh: Pratomo, SP *)
Baru-baru ini ada iklan bantuan instalasi air bersih dan pompa air di Nusa Tenggara Timur dari program Corporate Social Responsibility (CSR) sebuah produsen air mineral ternama. Tampak seseorang memukul pemberat klep untuk menghidupkan pompa air. Itulah pompa hidram sebuah teknologi pompa air tanpa listrik dan BBM. Dengan semakin mahalnya bahan bakar, energi dan isu lingkungan membuat pompa Hidram semakin relevan.
---------------------
Sesuai hukum gravitasi, air selalu mengalir dari tempat tinggi menuju yang lebih tempat rendah. Sepertinya mustahil kalau harus menaikkan air dari sumber atau alirannya menuju tempat yang lebih tinggi, tanpa bantuan energi listrik atau bahan bakar minyak (BBM).
Tetapi apabila suatu ketika Anda berkunjung ke perkebunan teh di Purwakarta-Jawa Barat atau perkebunan jambu air di Singorojo, Kendal-Jawa Tengah, Anda akan melihat bagaimana air dialirkan dari sungai yang berada di hilir, naik mendaki perbukitan dengan selisih ketinggian hingga puluhan meter, yang berjarak ratusan meter, antara rumah pompa dengan tandon air di puncak bukit. Semua itu digerakkan oleh sebuah pompa, hebatnya lagi pompa itu tidak digerakkan oleh motor listrik atau motor bakar dengan BBM.
Perempuan di Blok-blok Perkebunan
Oleh : Pratomo, SP *)
Suwarga nunut, Neraka katut. Mungkin kiasan itu cocok menggambarkan kehidupan perempuan-perempuan di sekitar wilayah perkebunan. Terjemahan bebasnya adalah: Jika dalam kondisi enak (surga) perempuan boleh nunut (membonceng), kalau yang dinunuti (laki-laki) memperbolehkan. Tapi kalau dalam kondisi sengsara (neraka), perempuan mau nggak mau, pasti harus ikut (katut).
_______________
Sebelum menelaah kehidupan kaum perempuan di sekitar wilayah perkebunan, ada baiknya kita masuk terlebih dahulu ke wilayah etika yang mendasari suatu pembangunan budaya dalam masyarakat. Mengacu pada Carol Gilligan pencetus etika kepedulian (ethic of care) -tokoh feminis tahun 1970, di dalam bukunya Different Voice, menyatakan bahwa perempuan memiliki etika yang berbeda dari pria. Etika pria adalah etika yang secara rasional di dasarkan pada penetapan hak dan kewajiban. Etika pria tersebut ditujukan untuk membentuk "subjek yang otonom", yaitu subyek yang mandiri dalam berfikir dan bertindak mengambil keputusan sendiri tanpa didikte oleh orang lain. Karena itulah etika pria disebut etika keadilan.
Masih dalam buku yang sama, dinyatakan oleh Gilligan, karena perempuan bisa hamil dan melahirkan anak, maka perempuanlah yang dianggap harus membesarkan anak, disinilah terbukti bahwa etika keadilan yang didasarkan pada "hak dan kewajiban" tidak cocok untuk perempuan. Karena mengandung, melahirkan, menyusui dan membesarkan anak bukan soal "hak dan kewajiban", melainkan soal "kepedulian". Sejak pernyataan Gilligan itulah etika kepedulian mulai mendapat pengikut, karena di dalam etika kepedulian-lah terdapat: keadilan. (Donny Danardono, 2009).